Saturday, September 08, 2007

Arrgh....Kena Tilang...?!?!

  1. Jadi begini ceritanya, di mulai oleh pembicaraan antar TG2004 mengenai makan selesai latian futsal.

---------------------------*

riki:"makan yuk?"

oddy:"ayuk aja..."

yona:"secara gw nebeng elo ki, jadi gw ikut lo...."

gw:"yuukk...gw belom makan dari pagi, tapi di mana bro?"

oddy:"terserah..."(jawaban paling sampah, ga penting)

gw:"terserahlah..gw ngikut aja"

riki:"cabraw(cabe rawit) gimana?"

gw:"oke banget tuh....yuuuukkkk, ketemuan di sana aja yak.."

-------------------------------------------------------------*

berangkatlah riki,yona dan imam dengan mobil riki, gw pake motor sendirian, oddy pake motor sendirian juga. Secara gw ma oddy pake motor jadi nyelip2-lah kita, jreng2....jreng2..jreng2..nyampelah gw ama oddy di simpang 3 dari babakan siliwangi-cihampelas-ceumbeuleuit. Sudah jelas di lampu merah situ ada papan peringatan yang menjelaskan bahwa

"di larang belok kanan dari pukul 06.00-18.00"

eh...si oddy dengan pd-nya bilang "uda bay...ga pa2, itu uda mo lampu ijo koq" padahal di seberang jalan uda stand by 2 biji polisi sambil lirik2 gw dan oddy tentunya. Pas uda lampu ijo jalanlah gw dan oddy....langsung saja 2 biji yang awalnya cuma lirik2 kita dari jauh mendekat dan otomatis nyuruh kita buat menepi.

-------------------------------------------------------------*

gw:"apa gw bilang cung?"(sambil kesel+ketawa2)

oddy:"yee...gw gag tau?"

gw:"sial lo...gag liat plang-nya apa?"

-------------------------------------------------------------*

ya sudah apa boleh buat, uda terlanjur....gw ama oddy di suruh turun dari motor dan di mintain SIM dan STNK. Gw uda mikir pasti ni polisi minta duit tapi masih pikiran gw...sapa tau aja polisi2 di bandung uda pada jujur, kan gw gag tau.

-------------------------------------------------------------*

polisi 1:"mas oddy bisa sidang jumat ini ga?"

oddy:"wah gag bisa pak..."(tampang blo'on keluar)

polisi 1:"mas bayu bisa?"

bayu: "gag bisa pak"(gw uda tau pasti ujung2nya duit ni polisi)

polisi 1:"wah...gimana ini mas, kan uda ngelanggar lalu lintas, gag liat papan peringatannya apa?"

gw:"pak...saya minta slip biru aja pak"(dengan sedikit sotoy mengenai slip biru dan slip merah)

polisi 1:"ntar yah mas...saya ke pos dulu"

-------------------------------------------------------------*

gw tau slip biru ama slip merah dari milis, intinya dengan slip biru kita mengaku bersalah dan akan membayar tilang melalui rekening negara. Dan si polisi gag dapet apa2. Dan slip merah kita mengaku tidak bersalah dan akan membela diri di pengadilan. Ngerti kan broder??

-------------------------------------------------------------*

gw:"di...lo ada duit brapa?"

oddy:"20 rebuan..3 biji, nape?"

gw:"masukin duit lo di tempat laen, jangan di dompet pokoknya"

oddy:"duit gw sisa 2000 klo gitu, lo ada brape?"

gw:"duit gw cuma 700 perak cung....hahahahhaah, ya uda ga pa2 simpen aja"

oddy:"okeh deh..."

gw:"uda lo tenang aja....biar gw yang ngurus, kita kerjain ni polisi2"

-------------------------------------------------------------*

sesaat kemudian polisi 3...temennya polisi 1 dateng.....cuk..cuk..cuk....
-------------------------------------------------------------*

polisi 3:"mas..ke pos dulu mas!!"

di pos uda nungguin polisi 2 dan polisi 1.

polisi 2:"mas bayu sama mas oddy...temenan ini?"

gw:"iya pak...kita barengan"

oddy:"makanya di tilang barengan"(sambil ketawa2 dikit tuk mencairkan suasana)

-------------------------------------------------------------*

sambil menerangkan masalah slip merah-biru-ijo-kuning entah apa lagi lah warnanya, dan gw cuma tau slip biru dan merah. Pokoknya gw gag denger lagi lah tu polisi ngomong apa, tapi intinya. Slip biru itu bikin repot gw dan sebaiknya kita BAYAR DENDA DI TEMPAT AJA. Yah sodara2...akhirnya keluar juga kata2 maut itu dari pak polisi. Tapi jangan salah, gw ma oddy uda punya strategi. Gw dari awal juga lebih milih bayar tilang lewat bank ke rekening negara, secara gw emang salah ngalanggar rambu. Intinya gw gag mau klo harus "BAYAR DENDA DI TEMPAT" ke polisi2 itu....budaya SAMPAH macam kayak gitu yang bikin bangsa kita jadi bangsa yang paling korupsi saat ini.

-------------------------------------------------------------*

gw:"waduh pak...kita ga ada duit nih, belum di kirim pak?"

oddy:"sama...duit saya tinggal 2000 neh"(sambil nunjukin dompet yang uda tinggal 2000 perak)

-------------------------------------------------------------*

tiba-tiba suasana hening....

-------------------------------------------------------------*

polisi 1:"masa gag ada duit mas?"

gw:"beneran pak..."(sambil melas)

-------------------------------------------------------------*

suasana hening kembali....mungkin tu polisi kasian juga ama tampang gw ma oddy yang uda melas banget. akhirnya tu polisi bilang...

-------------------------------------------------------------*

polisi 2:"ya sudah mas, ini STNK sama SIM-nya"

polisi 1:"lain kali jangan melanggar lagi ya mas"

gw:"wah...makasih pak"

oddy:"iya pak..kita ga ngelanggar lagi"

gw ma oddy:"makasih pak..permisi pak"

-------------------------------------------------------------*

akhirnya gw ma oddy pergi dari pos itu dengan selamat. Dan tanpa keluar duit seperak pun. Gw ma oddy senyum2 ga jelas. Gw pikir si riki ama yang laen uda nyampe duluan...secara gw tadi di tilang dulu ama pak polisi. Pas nyampe cabraw.....eh ternyata eh ternyata riki belom nyampe juga. Senyampe-nya riki di cabraw, makanlah kita sambil cerita2 pas kena tilang.

-------------------------------------------------------------*

Yah...broder, segitu aja cerita gw about di tilang polisi. Intinya kita harus ngerti peraturan2 lalu lintas apa yang harus kita lakukan pada saat kita di tilang. Jangan budayakan BAYAR DENDA DI TEMPAT, karena itu gag bener…..apapun alasannya. Jadi hapuskan budaya BAYAR DENDA DI TEMPAT dengan tidak melanggar peraturan lalu lintas.

-------------------------------------------------------------*

"Bangsa kita uda terpuruk...jangan bikin ini jadi static condition kita pasti bisa berubah jadi bangsa yang besar, mulailah dari hal kecil."



0 comments: